Pencarian Koleksi Perpustakaan Pusat IPB
BUKUDISERTASITESISSKRIPSIARTIKELMAJALAH


ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Database: diser 3794 Record

Hasil Pencarian:

"A. ANSORI MATTJIK" = 9 record

No

Nomor Panggil

Katalog

1

D
639.3.03
RUS
a

Nama Pengarang: Rustidja;
Judul: Artificial induced breeding and triploidy in the Asian Catfish (Clarias batrachus L.)
Kolasi: xvi, 80 lembar, il.
Subjek: Fisheries;
Pembimbing: Sumawidjaja, Kusumah; Huisman, E.A.; Mattjik, A. Ansori; Richter, C.J.J.;
Eksemplar: 3 Eks
Perpustakaan: IPB-PUSAT-
Lantai: LANTAI-3




2

D
636.28(912.3)
LIW
p

Nama Pengarang: Liwa, Abdul Muin;
Judul: Produktivitas sapi Bali di Sulawesi Selatan
Kolasi: xii, 191 lembar, il.
Subjek: Cattle breeding;
Pembimbing: Martojo, Harimurti; Partodihardjo, Soebadi; Gunardi, Eddie; Mattjik, A. Ansori; Rasjid, Sjamsudin;
Perpustakaan: IPB-PUSAT-
Lantai: LANTAI-3
Abstrak: Penelitian ini bertujuan antara lain untuk mengetahui performans induk, pengaruh umur induk terhadap produksi susu, bobot lahir, laju pertumbuhan anak 4 dan 6 bulan, dan untuk mengetahui korelasi bobot lahir dengan bobot induk, bobot lahir dengan bobot umur 120 dan 240 hari, ripitabilitas produksi susu dan bobot serta beberapa faktor koreksi. Hasil pengamatan menunjukkan tinggi pundak secara biologis berturut-turut dari yang tertinggi adalah sapi dara dari Kabupaten Sidrap, Soppeng, Pinrang dan Enrekang termasuk BMT, pada umur 1.0-3.25 tahun (G0-G2). Pada umur 2.5- 3.5 tahun (G2) secara statistik tinggi pundak sapi dara Kabupaten Sidrap sangat nyata (P0.01) dan nyata (P0.05) lebih tinggi dari sapi dara Kabupaten Soppeng dan Pinrang. Pada umur 3.0-3.5 tahun (G3) tinggi pundak sapi dari BMT masing-masing sangat nyata (P0.01) dan nyata (P0.05) lebih rendah dibanding sapi dara Kabupaten Soppeng dan Enrekang. Dari imbangan jantan betina dewasa 1 : 13 menghasilkan nilai rataan panen anak (calf crop) sebesar 60 persen dan berdasarkan umur induk beranak satu sama lain tidak menunjukkan yang nyata. Rataan umur sapi Bali kawin dan beranak pertama masing-masing adalah 33.4 + 4.7 bulan dan 42.8 + 1.8 bulan. Induk kawin kembali setelah beranak 178.1 + 40.3 hari. Induk beranak kedua kawin kembali sangat nyata (P0.05) lebih cepat dibanding dengan induk beranak kelima atau lebih namun induk beranak pertama sampai dengan keempat tidak berbeda nyata. Produksi susu Bali dalam penelitian adalah 1.805 + 0.545 liter per hari selama 120 menit sesudah beranak, dengan total produksi sebesar 323.3 + 230.7 liter selama laktasi. Produksi tertinggi tercapai pada bulan pertama kedua, bulan ketiga mulai menurun dan kering pada bulan sepuluh. Bobot anak pertama sampai kelima secara statistik tidak berbeda nyata, kecuali anak ketiga nyata (P0.05) lebih berat dibanding anak pertama. Kematian anak dalam persen keseluruhan adalah 6.5, anak kedua dan ketiga masing-masing 2.2, keempat 6.7 dan kelima atau lebih 6.9. Korelasi antara bobot lahir dengan bobot induk beranak pertama adalah (P0.05) dengan koefisien korelasi r




3

D
636.38
PRA
s

Nama Pengarang: Prawiradisastra, Sunarya;
Judul: Studi pengaruh anemik inokulasi larva haemochus contortus (Rudolphi, 1803) dan pemberian zat besi pada anak domba
Penerbitan: Bogor:Pascasarjana-IPB,1991
Kolasi: 124 lembar, il.
Subjek: Sheeps; , Haemonchus contortus moculation
Pembimbing: Sastradipradja, Djokowoeryo; Djojosubagio, Suwondo; Muchlis, Achmad; Kusumanihardja, Supan; Mattjik, A. Ansori;
Perpustakaan: IPB-PUSAT-
Lantai: LANTAI-3
Abstrak: Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh anemik inokulasi larva cacing H. contortus yang diberikan sekali pemberian dengan dosis tinggi (5000 larva) dan pada dosis rendah (100 larva) setiap hari selama 9 bulan serta mengetahui manfaat pemberian zat besi dalam bentuk bubuk FeSO4. Penelitian digunakan 24 ekor anak domba berumur sekitar 6 - 7 bulan dengan BB 11.2 0.42 kg dan dibagi secara acak menjadi 6 klp, Kelompok A dan B dinokulasi dg 5000 larva cacing H. concortus dengan sekali pemberian, kelompok C dan D diinokulasi 100 larva setiap hari, kelompok E dan F sebagai kontrol. Kelompok kontrol B, D dan F diberikan 30 mg bubuk FeSO4 kedalam pakan konsentratnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi cacing H. concortus berpengaruh sangat nyata terhadap nilai haemoglobin, jumlah eritrosit, nilai hematokrit, diferensiasi lekosit. Interaksinya dengan waktu menunjukkan pengaruh sangat nyata (P0.01), disini terjadi penurunan nilai haemoglobin, jumlah eritrosit, nilai hematokrit, persentase limfosit, kadar besi serum dan terjadi kenaikan persentase netrofil, eosinofil, monosit dan retikulosit. Pemberian bubuk FeSO4 pada infeksi cacing H. concortus berpengaruh sangat nyata (P0.01) pada kenaikan nilai haemoglobin, jumlah eritrosit, retikulosit, jumlah telur cacing dan jumlah cacing yang berinfeksi. Pada kelompok yang diinokulasi 5000 larva penurunan nilai haemoglobin, jumlah eritrosit, nilai hematokrit, persentase limfosit dan kadar besi serum berlangsung cepat dibandingkan dengan yang diinokulasi 100 larva. Pada pemeriksaan klinis pada kelompok domba yang terinfeksi cacing H. concortus menunjukkan kondisi tubuh kurus, lemah dan bulu suram dan kering, nafsu maka tutun naik (up and down, selapu lendir mata dan mulut menunjukkan kepucatan dan mata berair serta celong.




4

D
636.58
NAT
e

Nama Pengarang: Natawihardja, Dulatip;
Judul: Efisiensi penggunaan energi dan kebutuhan untuk hidup pokok pada ayam broiler dan ayam tipe petelur serta hubungannya dengan pembentukan lemak tubuh
Kolasi: xiv, 135 lembar, il.
Subjek: Animal feeding; , Chicken fattering
Pembimbing: Wahju, Juju; Sugandi, Dawan; Martojo, Harimurti; Mattjik, A. Ansori;
Perpustakaan: IPB-PUSAT-
Lantai: LANTAI-3




5

D
636.28
UDI
p

Nama Pengarang: Udin, Zaituni;
Judul: Peningkatan produksi peternakan sapi potong di daerah padat ternak melalui perbaikan sarana dan prasarana pelayanan reproduksi
Penerbitan: Bogor:Pascasarjana-IPB,1993
Kolasi: ix, 170 lembar, il.
Subjek: Animal husbandry; , Cattle
Pembimbing: Partodihardjo, Soebadi; Martojo, Harimurti; Natasasmita, Asikin; Mattjik, A. Ansori;
Perpustakaan: IPB-PUSAT-
Lantai: LANTAI-3




6

D
636.084
SUH
m

Nama Pengarang: Suhartati, F. M.;
Judul: Manfaat air belerang dalam ransum bagi domba muda
Penerbitan: Bogor:Pascasarjana-IPB,1997
Kolasi: ix, 127 lembar, il.
Subjek: Animal feeding; , Goat feedingSulfur
Pembimbing: Parakkasi, Aminuddin; Sastradipradja, D.; Azwar, Norman Razief; Mattjik, A. Ansori; Winugroho, M.;
Perpustakaan: IPB-PUSAT-
Lantai: LANTAI-3
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air belerang terhadap pertumbuhan domba, secara langsung maupun tidak langsung. Dilakukan 3 tahap penelitian yaitu pertama penelitian lapang yang menunjukkan bahwa belerang bermanfaat bagi domba; kedua in vitro yang menunjukkan bahwa kadar optimal belerang dalam ransum untuk sintesis protein mikroba cairan rumen adalah 0.62 persen dan penelitian tahap ketiga adalah in vivo dilakukan dengan metode eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Sebagai kelompok yaitu bobot badan domba awal penelitian (berkisar 13 sampai 22 kg). Ransum penelitian diberikan selama delapan minggu, yang dibagi menjadi empat minggu pertama dan empat minggu kedua. Pada empat minggu pertama, kelompok pertama diberi rumput saja, (kadar belerang rumput 0.23 persen), kelompok kedua, ketiga dan keempat secara random diberi rumput ditambah air belerang sehingga kadar belerang rumput menjadi 0.62, 1.01 dan 1.40 persen. Pada akhir empat minggu pertama domba diistirahatkan selama dua minggu, lalu diberi ransum perlakuan empat minggu kedua yaitu rumput + konsentrat tanpa iar belerang untuk kelompok pertama (0.30 persen), kelompok kedua, ketiga dan keempat masing-masing diberi rumput + konsentrat ditambah air belerang sehingga kadar belerang ransum menjadi 0.61, 1.01 dan 1.40 persen. Pada penelitian tahap ke tiga pengaruh air belerang jelas terlihat yaitu dengan meningkatnya tambahan air belerang pada rumput dan rumput + konsentrat, meningkatkan retensi belerang, ekskresi allantoin dan produksi bulu. Hal ini berarti meningkatnya air belerang, meningkatkan kadar belerang untuk mikroba rumen, populasi mikroba semakin berkembang yang akan dimanfaatkan oleh hewan inang, hal ini selaras dengan meningkatnya ekskresi allantoin, retensi belerang dan produksi bulu. Konsumsi bahan kering (BK) terendah pada kadar belerang ransum 0.96 persen (78.68 g/kg bb 0.75/hr), pertambahan bobot badan terendah pada kadar belerang ransum 0.93 persen (61.93 g/ekor/hr), efisiensi penggunaan ransum terendah pada kadar belerang ransum 0.96 persen (0.82) dan keuntungan terendah pada kadar belerang ransum 0.95 persen (Rp 47/ekor/hari) Tambahan air belerang pada RK sampai kadar belerang RK 1.23 persen menurunkan konsumsi BK (g/kg bb 0.75/hr), efisiensi penggunaan ransum dan keuntungan (Rp/ekor/hr) meningkat. Efisiensi penggunaan ransum tertinggi dicapai oleh ransum campuran rumput + konsentrat dengan kadar belerang 0.93 persen (0.169) dan keuntungan tertinggi dicapai oleh ransum campuran rumput + konsentrat dengan kadar belerang 0.89 persen (rp 172/ekor/hr)




7

D
639.51
FAT
p

Nama Pengarang: Fattah, Muhammad Hattah;
Judul: Pengaruh suplemen hormon 20-hidroksiekdison dan kolesterol dalam pakan buatan serta ablasi tangkai mata terhadap sinkronisasi percepatan pelunakan karapaks dan pematangan telur kepiting bakau, scylla serrata (Forskal, 1775)
Penerbitan: Bogor:Pascasarjana-IPB,1998
Kolasi: xxi, 169 hlm., il.
Subjek: Crustaceans; , Crab
Pembimbing: Effendie, M. Ichsan; Toelihere, Mozes R.; Sikar, Sri Hartini S.; Hardjamulia, Atmadja; Mattjik, A. Ansori;
Perpustakaan: IPB-PUSAT-
Lantai: LANTAI-3




8

D
636.52/.58
YUN
r

Nama Pengarang: Yuniza, Ahadiyah;
Judul: Respons ayam broiler di daerah tropik terhadap kelebihan asupan energi dalam upaya menurunkan kandungan lemak abdominal
Penerbitan: Bogor:Pascasarjana-IPB,2002
Kolasi: ix, 115 lbr., il.
Subjek: Chickens;
Pembimbing: Wahju, Juju; Muhilal; Piliang, Wiranda G.; Kismono, M. M. Siti Sundari; Mattjik, A. Ansori;
Perpustakaan: IPB-PUSAT-
Lantai: LANTAI-3




9

D
635.26
SEN
p

Nama Pengarang: Sengin, Enny L.;
Judul: Perbanyakan mikro pada tanaman bawang putih (Allium Sativum L.)
Penerbitan: Bogor:Pascasarjana-IPB,1992
Kolasi: x, 166 lembar
Subjek: Garden palnts; , Tubers
Pembimbing: Wattimena, G. A.; Pabinru, Muin; Irawati; Sastrosumarjo, Sarsidi; Mattjik, A. Ansori;
Eksemplar: 1 Eks
Perpustakaan: IPB-PUSAT-
Lantai: Lantai-3




Akhir Temuan Copyright @2012 by ELibISIS TeamWork